Kamis, 02 Februari 2012

                                         MAKALAH
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN ANAK DARI USIA SD SAMPAI SMA
Dianjurkan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Psikologi Perkembangan yang diampu oleh Bapak Sudono







Oleh :
Nama         : M. SABBARDI
NPM          : 07410745
Jurusan / Semester : PBSI / 2 P
                                                                                                         

PROGRAM SRTUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
IKIP PGRI SEMARANG
2008

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Alhamdulillah wasyukurillah kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah yang berjudul “Perkembangan anak dari usia SD sampai SMA” dengan tepat waktu dan tanpa halangan yang berarti.
Tujuan dari penulis makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan dengan Dosen pengampu Bapak Sudono. Serta makalah ini disusun guna mengetahui bagaimana menganalisis seorang anak pada suatu lingkungan sekolah baik perubahan fisik, psikis, sikap, tingkah laku dan pola fakir seorang anak. 
Namun demikianlah penulis menyadari bahwa dalam penulis makalah ini penulis mempunyai banyak kekurangan untuk itu penulos mengharapkan saran dan kritik yang membangun kepada pembaca.

Semarang,                         2008


Penulis










DAFTAR ISI

Halaman Judul ………………………………………………………………………..
Kata Pengantar ………………………………………………………………………..
Daftar Isi ………………………………………………………………………………
BAB I            PENDAHULUAN …………………………………………………….
A.    Latar Belakang  …………………………………………...............
B.     Permasalahan ……………………………………………………..
BAB II            PEMBAHASAN
A.    Perkembangan anak usia SD …………………………………………
B.     Perkembangan anak usia SMP  ………………………………………
C.     Perkembangan anak usia SMA …………………………………………
BAB III          PENUTUP
A.    Kesimpulan ………………………………………………………….
B.     Saran …………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………













BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan suatu usaha sadar membimbing anak didik menuju kesadaran. Usaha yang lebih ditujukan kepada pengembanagan budi pekerti, semangat, kecintaan, rasa kesusilaan, ketakwaan dan lain-lainya. Dimana sebuah usaha pendidikan terkhusus terjalin di dalam sebuah sekolahan formal ( SD, SMP, SMA ) yang memberikan pelajaran tentang berbagai ilmu yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan intelektual serta perkembangan yang lainya yang berubah sesuai berjalannya sebuah waktu terhadap perubahan masing-masing individu.
Mengingat perkembangan anak yang sangat amat pesat pada usia sekolah, dan mengingat bahwa lingkungan keluarga sekarang tidak lagi mampu memberikan seluruh fasilitas untuk mengembangkan fungsi-fungsi anak – terutama fungsi intelektual dalam kemajuan zaman moderen – maka anak memerlukan satu lingkungan sosisl yang baru yang lebih luas; berupa sekolahan untuk mengembangkan semua potensinya.
Selanjutnya melalui sekolah akan memberikan pengaruh yang sangat besar kepada anak sebagai individu dan sebagai makhlik sosisal. Peraturan sekolah, otoritas guru, disiplin kerja, cara belajar, kebiasaan bergaul, dan macam-macam tuntutan sekolah yang cukup ketat akan memberikan segi-segi keindahan dan kesenangan belajar pada anak. Missal anak belajar secara sistematis, bisa bergaul akrab dengan teman-temannya, bisa bermain bersama, dan mengadakan ekperimen kelompok; dapat berlomba dan bersendau gurau dan seterusnya. Semua pengalaman ini memberikan pengaruh yang sangat besar sekali bagi perkembangan kepribadian anak.
  1. PERMASALAHAN
  1. Perkembangan anak usia SD
  2. Perkembangan anak usia SMP
  3. Perkembangan anak usia SMA


BAB II
PEMBAHASAN
  1. PERKEMBANGAN USIA SEKOLAH DASAR ( SD )
Masa usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian besekolah. Pada umur berapa tepatnya anak matang untuk masuk sekolah dasar, sebenarnya sukar dikatakan karena kematangan tidak ditentukan oleh umur semata-mata. Namun pada umur 6 atau 7 tahun, biasanya anak telah matang untuk memasuki sekolah dasar. Pada masa keserasian besekolah ini secara relative, anak-anak lebih mudah didik dari pada masa sebelumnya dan sesudahnya. Masa ini diperinci lagi menjadi dua fase, yaitu :
1)      Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar, kira-kira umur 6 atau 7 sampai umur 9 atau 10 tahun. Beberapa sifat anak-anak pada masa ini antara lain :
a.       Adanya hubungan positif yang tinggi anatara keadaan jasmani dengan prestasi (apabila jasmani sehat banyak prestasi yang diperoleh).
b.      Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional.
c.       Adanya kecenderungan memuji diri sendiri (menyebut nama sendiri)
d.      Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak yang lain.
e.       Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu diangkap tidak penting.
f.       Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai (angka rapot) yang baik, tanpa menginagat apakah prestasinya memeng pabtas diberi nilai bai atau tidak.
2)      Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar, kira-kira umur 9 atau 10 tahun sampai umur 12 atau 13 tahun. Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini ialah :
a.       Adanya  minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret, hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis.
b.      Amat relistis, ingin mengetahui dan ingin belajar.
c.       Menjelang akhir ini telah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus, yang oleh para ahli yang mengikut teori faktor ditafsirkan sebagai mulai menonjol factor-faktor (bakat-bakat khusus).
d.      Sampai kira-kira umur 11 tahun anak membutuhnakan guru atau orang-orang dewasa lainya untuk menyelesaiakan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas umur ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.
e.       Pada masa ini, anak memandang nilai (angka rapot) sebai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah.
f.       Anak-anak pada usia ini gemar membentuk kelompok sebaya biasanya untuk dapat bermain bersama-sama.
Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa yang biasanya disebut poeral. Berdasarkan penelitian para ahli sifat-sifat khas anak-anak masa poeral ini dapat diringkas dalam dua hal, yaitu :
a.       Ditinjukan untuk berkuasa : sikap, tingkah laku dan perbuatan anak poeral ditujukan untuk berkuasa; apa yang diidam-idamkannya adalah si kuat, si jujur, si juara dan sebagainya.
b.      Ekstraversi: berorientasi keluar dirinya; misalnya untuk mencari teman sebaya untuk kebutuhan fisiknya. Anak-anak mas ini membutuhkan kelompok-kelompok sebaya. Pada mereka dorongan bersalin besar sekali karena itu masa ini sering diberi cirri sebagai masa “compettive socialization”.


  1. PERKEMBANGAN USIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ( SMP )
Masa usia sekolah menengah bertepatan pada masa remaja. Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian kerena sifat-sifat khasnya dan perannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa. masa remaja disebut pula masa penghubung atau masa peralihan antara kakak-kakak dengan masa dewasa. Pada masa remaja ini khususnya menginjak usia sekolah menengah pertama sering disebut sebagai masa praremaja (remaja awal). Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relative singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak tenang, kurang suka bekerja, pesimistis dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas, yaitu;
    1. Negative dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental.
    2. Negative dalam sikap social baik dalam bentuk menarik diri dalam masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresi terhadap masyarakat (negative aktif).
Pada masa periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai kematangan fungsi-fungsi rohaniah dan jasmaniah, terutema fungsi seksual. Yang sangatmenonjol pad peride ini ialah: kesadaran yang mendalam mengenai DIRI SENDIRI, dengan mana anak muda mulai menyakini kemauan, potensi dan cita-cita sendiri. Dengan kesadaran tersebut ia berusaha menemukan jalan hidupnya dan mulai mencari nilai-nilai tertentu seperti; kebaikan, keluluhan, kebijaksanaan, keindahan dan sebagainya.
Pada periodde ini terdapat kematangnan fungsi jasmaniah yang biologis, berupa : kematangan kelenjar kaelamin; yaitu testis (buah zakar, kelepir) untuk anak laki-laki; dan ovarium atau indung telur pada anak gadis. Kedua-keduanya merupakan tanda-tanda kelamin primer. Sebelumnya peristiwa ini didahului oleh tanda-tanda kelamin sekunder, yang secara khonologis mendahului cirri-ciri primer. Peristiwa kematangan tersebut pada wanita terjadi 1,5 sampai 2 tahun lebih awal dari pada pria. Terjadinya kematangan jasmani bagi wanita  biasa ditandai dengan adanya menstruasi pertama (mensis/t =bulan =datang bulan).Sedang padsa pria ditandai dengan keluarnya sperma yang pertama, biasanya lewat bermimpi merasakan kepuasan seksual.
Kematangan atas jenis kelamin tersebut , banyak bergantung  dengan iklim, lingkungan budaya setempat, bangsa , dan  lain-lain, sehingga  peristiwa ini tiap-tiap bangsa  di dunia sering kali trjadi perpedan waktunya, yang menyolok .
Bagi remaja awal, adanya kematangan jasmani (seksual)itu umumnya digunakan dan diangap sebagai tanda-tanda primer akan datangnya masa remaja .
Adanya tanda –tanda disebutnya sebagai  tanda sekunder dan tanda primer tersiar. Tanda-tanda sekunder  dapat  disebutkan antara lain
Pria            -     Tumbuh  suburnya rambut, janggut, kumis, dan lain-lain.
-          Selaput suara semakin besar dan berat.
-          Badan mulai membentuk “segi tiga”, urat-urat pun jadi kuat dan muka bertambah persegi.
     Wanita        -    Pinggul semakain besar dan melebar
-          kelenjar-kelenjar pada dad memjadi berisi (lemak)
-          Suara memnjadi bulat, merdu dan tinggi
-          Muka menjadi bulat dan berisi.
Apapun tandad-tanda tersier antara lain: biasanya diwujudkan dalam perubahan sikap dan perikalu, contohbagi pria ada perubahan mimic jika bicara, cara berpakain, cara mengatur rambut, bahasa yang diucapkan , aktingnya dan lain-lain. Juga pada wanita: ada perubahan cara bicara, cara tertawa, cara pakaian, jalannya dan lain-lain.

  1. PERKEMBANGAN USIA SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA )
Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya, teman yang dapat tirut merasakan suka dan dukanya. Pada masa ini, sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas dijujung tinggi dan dipujaja sehingga masa ini disebut masa merindu puja (mendewa-dewakan), yaitu sebagai gejala remaja.
Proses terbentuknya pendirian atau pendangan hidup atau cita-cita hidup itu dapat dipandang sebagai penemuan nilai-nilai kehidupan. Proses penemuan nilai-nilai kehidupan tersebut adalah pertama, karena tiada pedoman, si remaja merindukan sesuatu yang dianggap bernilai pantas dipuja  walaupun sesuatu yang dipujanya belum mempunyai bentuk tertentu, bahkan seringkali remaja hanya mengetahui bahwa dia menginginkan sesuatu tetapi tidak mengetahui apa yang diinginkan. Kedua, objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai seringkali aktif meniru, sedangkan pada anak perempuan kebanyakan pasif, mengagumi dan memujanya dalam khayalan.
Perkembangan Usia sekolah menengah atas sering disebut masa pubertas (usia 14 – 18 tahun). Pada masa ini seseorang anak tidak lagi hanya bersifat rektif, tetapi juga anak mulai aktif mencapai kegiatan dalam rangka menemukan dirinya (akunya), serta mencari pedoman hidup utuk bekal kehidupan mendatang. Kegiatan tersebut dilakukan penuh semangat menyala-nyala tetapi ia sendiri belum memahami akan hakikat dari sesuatu yang dicarinya itu. Perubahan pada masa usia sekolah menengah atas / masa puber pada seorang anak laki-laki dan permpuan mempunya perbedaan yang menonjol pada sikap hidupnya.
      Perbedaan sikap hidup tersebut dapat digambarkan :
Laki-laki
Wanita
  1. Aktif memberi
  2. Cenderung untuk memberikan perlindungan.
  3. Minatnya tertuju pada hal-hal yang bersifat intelektual, abstrak.
  4. Berusaha memutuskan sendiri dan ikut berbicara.
  5. Sifat saklijk dan objektif
  1. Pasif  dan menerima
  2. Cenderung untuk menerima perlindungan.
  3.  Minat tertuju kepada yang bersifat emosional dan konkret.
  4. Berusaha mengikuti, dan menyenangkan orang tua.
  5. Sikap personlijk dan subjektif.
 Masa  puber ini merupakan periode STURM UND DRAR (masa penuh badai-taufan dan gelora nafsu). Merupakan waktu untuk terus menerus mencari dan menemukan; dipenuhi unsure keputusasaan dan puncak kebahagian. Juga merupakan periode perjuangan iuntuk MANDIRI (menjadi aku yang berdiri sendiri). Anak sering dicekam kepedihan hati, karena ia tidak memahami keadaan diri sendiri maupun situasi lingkungannya. Hatinya dicekam oleh pensimisme yang ngelangut, diselingi dengan romantika kegembiraan hidup .
Ringkasnya, anak muda pada usia tengah mengalamiu ;
  1. pertentangan-pertentrangan batin yang paling memuncak dalam kehidupannya.
  2. Karena itu masa pubertas ini benar-benar merupakan periode kontras-kontras, badai-badai permasalahan dan gelora-ghelora jiwa yang sering berlawanan.
  3. Yang mengakibatkan timbulnya timbulnya banyak kecemasan dan kebingungan pada anak muda.
Pada usia puberitas tersebut muncul pula aspirasai-aspirasi (peran, usaha peningkatan), impian-impian hidup, dan cita-cita paling mulia tinggi. Tetapi sebagainya mungkin pula dibarengi timbulnya nafsu-nafsu rendah dan fikiran-fikiran yang paling inferior pada anak puber.


BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Perkembangan dapat diartikan sebagai penahanan atau pembabakan rentang perjalan kehidupan individu yang diwarnai cirri-ciri khusus arau pola-pola tingkah laku tertentu. dan sebagai salah satu pearan penjajakan perkembangan yang sangat berpengatuh besar pada seorang individu ditentukan pada sebuah lingkungan yang mampu memberi pendidikan yang bermanfaat guna meningkatan kualitas perkembangakan dalam intelektual ( kempuan dalam berfikir dan menentukan mana yang benar dan tidak), dan salah satu media atau fasilitas tersebut adalah sekolahan formal yaitu SD, SMP dan SMA.
      Peran perkembangan dalam lingkungan sekolah memberiakan pengaruh yang sangat besar kepada anak sebagai individu dan sebagai makhlik sosisal. Dengan pengajaran di sekolah anak disiapkan mampu melaksanakan tugas kewajibanm yang baru, kususnya disiapkanm untuk tugas-tugas hidup yang cukup berat pada usia dewasa. Untuk semua ini di perlukan bimbingan dan tuntunan formal (pendidikan) yang cukupo lama. Agaknya, stuktur keluarga, perkumpulan-perkumpulan anak muda, dan gereja atau lembaga-lembaga agama bisa ikit memberikan tutunan tersebut.
  1. SARAN
Kritik dan saran sangat kami butuhkan dalam menentuakan dan mengevaluasi hasil keja kami dalam pembuatan makalah yang berjudul “ Perkembangan anak usia SD sampai dengan SMA”.


DAFTAR PUSTAKA
Yusuf ,Syamsuri (1998) Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Abidin Syamsudin (19997) Psikologi Kependidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar